Anatomi Landmark Rongga Mulut

Dokter gigi bertanggungjawab untuk memahami dan mengenali adanya kelainan pada gigi, membran mukosa dan tulang rahang. Hal ini berdasarkan pada dasar-dasar patologi yang berhubungan dengan kepala, leher, dan struktur rongga mulut. Pemeriksaan secara rutin dapat mengenali kondisi normal maupun abnormal. Berbagai kondisi dapat diiperiksa pada saat pertama kali diamati. Penemuan dan pengamatan seharusnya dicatat dan diserahkan untuk membuat pertimbangan yang tepat terhadap diagnosis atau perawatan penyakit.

Oleh sebab itu, sebelumnya harus mengenal letak dan nama anatomi landmarknya terlebih dahulu. Saya tidak akan menjelaskan detail, saya mengupload gambar ini semoga dapat dipergunakan dengan baik. Seingat saya, saya men-scan gambar ini saat mendapatkan tugas review di klnik Prostodonsia. Semoga bermanfaat ^^


Menentukan Jenis Penahan (Retainer)

Menentukan Jenis Penahan (Retainer)

Terdapat dua macam retainer untuk geligi tiruan yaitu penahan langsung (direct retainer) dan penahan tak langsung (indirect retainer). Untuk menentukan penahan mana yang akan dipilih, maka perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut (Gunadi et al., 1995).

  1. Dukungan sadel. Hal ini berkaitan dengan indikasi darimacam cengkeram yang akan dipakai dan gigi penyangga yang atau diperlukan.
  2. Stabilitas geligi tiruan. Hal ini berhubungan dengan jumlah dan macam gigi pendukung yang ada dan yang akan dipakai.
  1. Estetika. Hal ini berhubungan dengan bentuk atau tipe cengkeram serta lokasi gigi penyangga.

Salah satu penahan langsung (direct retainer) pada geligi tiruan adalah adanya cengkeram. Cengkeram biasanya terletak pada permukaan gigi di luar kontur normal mahkota anatomis, tetapi juga terletak pada preparasi mahkota tiruan atau restorasi gigi-gigi pendukung. Selain cengkeram, terdapat pula  attachment buatan pabrik dan perluasan basis geligi tiruan ke undercut (Watt & McGregor, 1992). Pemakaian cengkeram sebagai penahan langsung dapat dikelompokkkan berdasarkan dukungan sadel, paradental saddle atau free end saddle.

Macam bentuk penahan tak langsung (indirect retainer) pada bagian anterior antara lain gigi sandaran oklusal, daerah modifikasi batang lingual sekunder cumner arm, palatum dukungan rugae, batang anterior posterior, batang horse shoe. Sedangkan penahan tak langsung pada bagian posterior antara lain: gigi sandaran oklusal sekunder, palatum batang palatal posterior, perluasan basis/plat, dan lingir sisa relasi direct-indirect.

Pada penahan tak langsung (indirect retainer), prinsip kerjanya dapat terlihat pada kasus Kennedy kelas I rahang bawah, bila dibuat protesa dengan cengkeram dan sandaran oklusal ditempatkan pada gigi premolar dua dan basis pada kedua sisi dihubungkan dengan plat lingual. Pada saat basis bergerak menjauhi linger, plat lingual akan bergerak kea rah dasar mulut. Bila gerakan ini ditahan, gerakan basis bertahan pula. Inilah prinsip kerja penahan tak langsung, yang berfungsi melawan gaya perpindahan ke arah oklusal dan bekerja pada basis. Gaya ini bisa berupa aksi yang ditimbulkan makanan lengket, atau aksi otot pada tepi geligi tiruan pada saat membuka mulut (Suryatenggara et al., 1991).

Sumbu rotasi adalah garis imajiner yang ditarik melalui sandaran oklusal yang ada pada gigi penyangga utama. Sumbu ini juga disebut sebagai garis fulkrum atau garis rotasi.

Gambar . Garis fulkrum klasifikasi Kennedy pada rahang tak bergigi sebagian.

Sumber: Loney, 2008.

Pada kasus Kennedy kelas I, garis fulkrum adalah garis yang melalui sandaran pada gigi penyangga paling posterior dari kedua sisi. Pada kasus Kennedy kelas II, garis ini ditarik melalui sandaran-sandaran oklusal gigi penyangga pada sisi berujung bebas dan gigi penyangga paling distal dari sisi lainnya. Bila pada sisi ini terdapat daerah modifikasi, maka gigi penyangga sekunder yang letaknya jauh dari garis fulkrum, dianggap sebagai pendukung penahan tak langsung (Suryatenggara et al., 1991).

Pada kasus Kennedy kelas IV, garis ini melalui kedua sandaran pada gigi penyangga yang membatasi daerah tak bergigi. Pada kasus Kennedy kelas III, terdapat gigi yang tidak sanggup menahan tekanan kunyah, maka gigi ini dianggap tidak ada dan dianggap sebagai kasus berujung bebas (Suryatenggara et al., 1991).

Copyright ©2011, Ali Taqwim (dentistalit@yahoo.co.id)

Aplikasi Valplast Pada Gigi Tiruan Sebagian Lepasan

APLIKASI VALPLAST PADA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN*

Pendahuluan

Kehilangan gigi merupakan masalah yang sering ditemukan. Hilangnya satu atau beberapa gigi dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan susunan gigi geligi. Bila hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan terjadi gangguan pada fungsi bicara, pengunyahan maupun estetik, yang mana hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara umum. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa pilihan perawatan antara lain dapat dibuatkan gigi tiruan jembatan, implant atau gigi tiruan sebagian lepasan.

Pada beberapa kasus yang tidak memungkinan dibuatkan gigi tiruan jembatan dan implant, maka gigi tiruan sebagian lepasan merupakan pilihan yang terbaik.Terdapat 3 jenis gigi tiruan sebagian lepasan yang dibedakan menurut bahan basis gigi tiruannya yaitu gigi tiruan kerangka logam, gigi tiruan dengan basis akrilik dan gigi tiruan dengan basis berbahan dasar nilon termoplastik atau sering disebut dengan flexi (valplast).

Nilon termoplastik adalah gigi tiruan fleksibel yang pertama di dunia. Bahan ini tidak mempunyai cengkeram logam dan bersifat ringan. Bahannya bersifat tembus pandang sehingga gusi pasien terlihat jelas, menghasilkan penampilan alami dan memberikan estetika yang memuaskan. Nilon termoplastik adalah basisi gigi tiruan yang bebas monomer, bersifat hipoalergenik sehingga dapat menjadi alternatif yang berguna bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional, nikel atau kobalt. Nilon termoplastik yang disebut juga nylon injection molded, adalah basis gigi tiruan yang ideal untuk gigi tiruan sebagain dan restorasi unilateral. Termoplastik merupakan bahan yang akan menjadi plastik di bawah tekanan dan panas, tetapi sangat kuat pada suhu ruangan.

Penggunaan nilon sebagai bahan basis gigi tiruan telah dibahas pada literatur pada tahun 1950. Walaupun nilon tidak direkomendasikan untuk penggunaan umum pada saat itu. Beberapa kerugian yang dilaporkan mengenai bentuk awal nilon termasuk kerentanan warna basis bahan untuk berubah, mengalami stain, penyerapan air yang tinggi dan pembentukan permukaan yang kasar setelah jangka waktu yang pendek. Nilon adalah nama generik untuk beberapa tipe polimer termoplastik yang masuk ke dalam kelas yang dikenal sebagai poliamid. Bahan ini merupakan famili dari polimer kondensasi yang berasal dari reaksi diacid dengan diamine. Nilon menghasilkan variasi poliamid dengan sifat fisik dan mekanik yang tergantung pada kelompok ikatan antara kelompok acid dengan kelompok amine. Penggunaan nilon dental pertama kali tidak sukses karena penyerapana air yang berlebihan, sehingga menyebabkan pemuaian yang berlebihan. Penyerapan air yang lebih rendah pada nilon glass reinforced telah menghasilkan produksi yang lebih dapat diharapkan. Nilon ini terutama diisi dengan cotton glass beads atau chopped glass fibers.

Cara penggunaan atau insersi valplast adalah dengan menyediakan air panas dalam gelas, sebelum insersi valplast direndam beberapa menit. Hal ini akan menambah flexibilitas dan adaptasi pasien terhadap valplast. Menambah kenyamanan pasien dan mudah di pasang.

Indikasi dan Kontra Indikasi Valplast

• Indikasi

Valpalst dapat digunakan dalam berbagai kondisi seperti pemakaian GTSL umumnya. Contohnya pada pasien yang tidak dapat dibuatkan bridge tetapi memprioritaskan penampilan atau estetik, keuangan pasien yang terbatas. Pasien tidak menginginkan prosedur yang invasif, pasien tidak menyukai kunjuangan rutin untuk pemeliharaan gigi tiruan. Untuk splint temporo mandibular joint (TMJ) jika digunakan dalam bentuk tidak diberi pigmen. Dapat juga digunakan pada venner koemetik untuk menutupi resesi gingiva. Indikasi lainnya adalah bila pasien alergi terhadap akrilik. Material yang ideal untuk gigi tiruan lepasan pada kasus pasien rentan terhadap patahnya gigi tiruan.

• Kontra Indikasi

Kontra indikasi pemakaian valplast adalah jarak interoklusal pada bagian posterior kurang dari 4 mm karena dengan GTSL valplast perlu dipastikan adanya occlusal clearance yang cukup antara RA dan RB untuk pemasangan gigi. Tidak seperti GTSL akrilik konvensional yang ikatan antara elemen gigi tiruan dan basis adalah ikatan kimia, ikatan GTSL valplast adalah secara mekanik. Jika tidak ada ruang yang cukup untuk menempatkan lubang retensi pada gigi, elemen gigi tiruan dapat berubah tempat.Ruang yang dibutuhkan kira-kira 5 mm atau lebih dari posterior interocclusal clearance, yaitu antara gigi dan bridge lawan, untuk memaksimalkan retensi elemn gigi.

Kontra indikasi lainnya adalah bila ada torus mandibula atau maksila serta bentuk ridge yang knife edge pada bilateral free-end, flat ridge, deep overbite (4 mm atau lebih) dimana gigi anterior dapat menghalangi dalam pergerakan-pergerakan yang tidak teratur, juga tidak dianjurkan pada penggunaan immediate.

Jenis Pilihan Valplast

Valplast dapat digunakan bilamana mempertimbangkan gigi tiruan sebagaian lepasan. Menurut Keller terdapat 3 pilihan dasar jika memilih valpalst yaitu : (1) gigi tiruan sebagian valplast bilateral, (2) gigi tiruan sebagian valplast unilateral/ boomer bridge, (3)kombinasi valplast dengan kerangka logam vitalium 2000.

• Gigi tiruan sebagain valplast bilateral

Tanpa logam, gigi tiruan sebagain fleksibel valplast memberikan banyak kegunaan dan estetik pada gigi tiruan sebagaian lepasan rahang atas. Pasien yang pernah menggunakan gigi tiruan sebagain konvensional logam dan sekarang menggunakan valplast melaporkan bahwa valplast terasa alami di dalam mulut karena ketipisannnya dan sifat bahan yang ringan. pasien juga merasa percaya diri jika amkan, tersenyum dan berada di depan publik karena retensi yang sangat baik disain cengkeram yang tipis.

• Gigi tiruan sebagian valplast unilateral/ boomer bridge

Restorasi valplast unilateral dengan disain cengkeram yang tipis memberikan retensi maksimal, stabilitas dan estetik. Valplast nesbit merupakan valplast yang ideal untuk penggantian 1 gigi posterior dan valplast flipper merupakan valplast yang ideal untuk penggantian 1 gigi anterior.

• Kombinasi valplast dengan kerangka logam vitalium 2000

Gigi tiruan valplast juga dapat digunakan dengan vitalium 2000 cast metal framework agar estetik terlihat alami dan meningkatkan stabilitas, karena rest oklusal dan rest lingual terbuat dari logam. Untuk kekuatan maksimum, valplast dapat dibuat dengan cast metal frame seperti Vitalium 2000 dengan kekuatan tensil lebih dari 855 Mpa untuk meningkatkan ketahanan terhadap fraktur. Vitalium 2000 merupakan kekerasan vikers yang meminimalkan abrasi pada gigi antagonisnya dan menghasilkan kekuatan lebih dari 600 Mpa membantu dalam menahan deformasi permanen.

Valplast yang dikombinasikan dengan metal dan berbahan plastik pada cengkeramnya dapat meningkatkan kekuatan dan dukungan yang lebih. Cengkeram yang terbuat dari dari bahan nilon termoplastik ini tampak alami sehingga mendukung faktor estetik. Kombinasi valplast dan vitalium, memaksimalkan sifat fisik dari gigi tiruan sebagaian dan membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk daeraha edentulous yang luas, khususnya pada rahang bawah.

* Disarikan dari “Aplikasi dan Disain Valplast Pada Gigi Tiruan Sebagian Lepasan” oleh Ignatia Wurangian, JITEKGI 2010, 7(2): 63-68

Copyright ©2011, Ali Taqwim (dentistalit@yahoo.co.id)

Menentukan Macam Dukungan Sadel

Bentuk daerah tak bergigi ada dua macam yaitu daerah tertutup (paradental) dan daerah berujung bebas (free end). Sesuai dengan sebutan ini, bentuk sadel dari geligi tiruan dibagi dua macam juga dan dikenal dengan sebutan serupa, yaitu sadel tertutup (paradental saddle) dan sadel  berujung bebas (free end saddle) (Gunadi et al., 1995).

Dukungan untuk protesa sebagian lepasan dapat diperoleh dari mukosa yang didukung tulang di bawahnya dan dari gigi (ligamen periodontal). Bila hanya dari mukosa saja disebut mucosa borne support seperti protesa lengkap, bila dari gigi saja disebut tooth borne support seperti pada kasus kehilangan gigi Kennedy kelas III. Kedua macam dukungan ini juga dapat dipakai bersamaan dan kontribusi masingmasing disesuaikan dengan kemampuannya (equitable), sehingga dapat tetap memelihara kesehatan jaringan tersisa (Ardan, 2007b).

Gambar 1. Dukungan sadel tooth borne support, mucosa borne support dan  dukungan kombinasi.

Sumber: Watt & Macgregor, 1992.

Terdapat tiga pilihan untuk dukungan sadel paradental, yaitu dukungan dari gigi, dari mukosa, atau dari gigi dan mukosa (kombinasi). Sebaliknya, untuk sadel berujung bebas, dukungan hanya bisa berasal dari mukosa atau dari gigi dan mukosa (kombinasi) (Gunadi et al., 1995).

Dukungan terbaik untuk protesa sebagian lepasan hanya dapat diperoleh jika faktor keadaan jaringan pendukung, panjang sadel, jumlah sadel, dan keadaan rahang yang akan dipasang geligi tiruan tersebut diperhatikan dan dipertimbangkan (Gunadi et al., 1995).

1. Keadaan Jaringan Pendukung

Idealnya, dukungan untuk sadel berujung bebas sebaiknya berasal dari mukosa untuk mencegah penerimaan beban kunyah yang tidak seimbang antara gigi dan mukosa, meskipun dukungan kombinasi masih dimungkinkan dengan syarat gigi penyangga ini sehat dan baik.

Apabila jaringan gigi sehat, dukungan sebaiknya berasal dari gigi, tetapi bila keadaan gigi sudah meragukan, sebaiknya dukungan dipilih dari mukosa dengan memperhatikan bahwa:

(a)    Jaringan mukosa di bawah sadel sehat dan cukup tebal,

(b)   Bagian plat kortikal dari tulang alveolar di bawah sadel padat dan terletak di atas tulang trabekula dan kanselus yang sehat,

(c)    Pasien tidak pernah menderita penyakit atau kelainan yang berkaitan dengan resorpsi tulang secara cepat.

2. Panjang Sadel

Untuk sadel yang pendek dengan gigi tetangga kuat, dukungan sebaiknya berasal dari gigi. Namun, jika sadelnya panjang dan gigi tetangga serta gigi aslinya kurang kuat, untuk rahang atas sebaiknya dipakai dukungan mukosa.

3. Jumlah Sadel

Rahang dengan jumlah sadel multiple perlu diperhatikan keadaan gigi-gigi yang masih ada serta jaringan mukosanya. Pada rahang atas, lebih baik dianjurkan dukungan dari mukosa dan upayakan desain tidak terlalu kompleks.

4.  Keadaan Rahang

Untuk rahang bawah dengan sadel berujung tertutup, sebaiknya dipilih dukungan gigi karena luas permukaannya yang kecil. Sedangkan untuk rahang atas, dukungannya terdapat tiga pilihan.

Copyright ©2011, Ali Taqwim (dentistalit@yahoo.co.id)