Proses Penyembuhan Luka

Posted on Updated on

Penyembuhan adalah pergantian sel mati oleh sel hidup atau jaringan fibrosa dan terjadi melalui regenerasi atau organisasi, hasil akhir tergantung dari keseimbangan lokal di antara kedua faktor tersebut (Lawler et al., 1992:15). Penyembuhan merupakan suatu proses terjadinya sel-sel yang hilang atau rusak diganti dengan sel-sel hidup yaitu melalui regenerasi sel parenkim atau sel fibroblas jaringan ikat pembentuk parut (Robbins & Kumar 1995:53). Luka merupakan kondisi hilangnya sebagian jaringan tubuh dan kontinuitas jaringan rusak. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, listrik, dan gigitan hewan (Reksoprodjo, 1995:415; Sjamsuhidajat & de Jong, 1997:72).

Penyembuhan luka merupakan proses dinamis yang meliputi unsur-unsur tubuh, pembuluh darah, matriks ekstraselular, dan sel parenkim (Singer & Clark, 1999). Pada awalnya, darah di dalam luka akan membeku, diikuti dengan respon peradangan yang membersihkan sel mati dan bakteri. Fibroblas dan pembuluh darah meluas pada fibrin di bekuan darah, kolagen ditimbun dan setelah beberapa waktu kolagen memperoleh kekuatan dari ikatan dan remodeling (Sabiston, 1995:150).

Proses penyembuhan luka yang terjadi pada jaringan yang rusak oleh trauma dapat dibagi menjadi tiga fase yaitu fase inflamasi (radang), fase proliferasi dan fase maturasi atau remodeling. Pada luka yang mengalami penyembuhan primer, lama tiap fase dapat terprediksi dengan baik. Pada penyembuhan luka sekunder, proses ini bergantung pada banyak variabel sehingga sulit diprediksi (Porth, 1994:35). Menurut  Kiritsy & Lynch (1993:730), tiga fase penyembuhan luka ini terjadi secara overlap (Gambar 1).

Gambar 1. Tiga fase penyembuhan luka yang terjadi saling overlap: fase-fase          tersebut adalah (A) inflamasi, (B) proliferasi, dan (C) remodeling.

Sumber: Kiritsy & Lynch, 1993:730

1. Fase Inflamasi

Fase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka dan merupakan periode penting dalam mempersiapkan lingkungan sekitar luka untuk proses penyembuhan. Fase inflamasi berlangsung hingga 3 sampai 5 hari (Peterson et al., 1998:59). Fase ini terdiri dari proses hemostasis, fase vaskular dan fase selular. Proses hemostasis diaktifkan segera setelah terjadi luka (Porth, 1994:35). Pada fase vaskular, terjadi vasokonstriksi awal pembuluh darah. Aliran darah akan bergerak lamban menuju daerah yang terkena jejas dan hal ini dapat meningkatkan pembekuan darah. Beberapa menit kemudian, histamin dan prostaglandin pada sel darah putih akan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga dinding pembuluh darah meloloskan sel plasma dan leukosit menuju jaringan intertisial (Peterson et al., 1998:59).

Tanda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa adanya kemerahan (rubor) karena kapiler melebar, suhu hangat (calor), rasa nyeri (dolor), dan pembengkakan (tumor). Fase ini disebut juga fase lamban (lag phase) karena reaksi pembentukan kolagen baru sedikit dan pertautan luka pada fase ini hanya dilakukan oleh fibrin sehingga belum ada kekuatan pertautan luka (Reksoprojo, 1995:415; Sjamsuhidajat & de Jong, 1997:72; Peterson et al., 1998:59).

Fase selular dipicu oleh aktivasi komplemen serum dari jaringan yang terkena jejas (Peterson et al., 1998:59) yang ditandai dengan infitrasi neutrofil yang cepat diganti oleh sel mononuklear (Macari et al., 2005:25). Sel-sel radang ini keluar dari pembuluh darah secara diapedesis dan menuju daerah luka secara khemotaksis (Reksoprodjo, 1995:415).

2. Fase Proliferasi

Fase proliferasi berlangsung dari akhir fase inflamasi (biasanya hari ke-2 sampai ke-3 setelah terjadi luka) hingga akhir minggu ke-3 pada penyembuhan luka  primer (Porth, 1994:35). Proses utama pada fase ini adalah pembentukan jaringan baru untuk mengisi ruang luka. Sel yang berperan penting pada fase ini adalah fibroblas (Porth, 1994:36). Oleh sebab itu, fase ini disebut sebagai fase fibroplasia karena yang menonjol adalah proses proliferasi fibroblas (Reksoprodjo, 1995:415). Fase proliferasi ditandai dengan adanya sel mononuklear inflamatori, diikuti dengan pembentukan jaringan granulasi dan proliferasi fibroblas dan keratinosit (Macari et al., 2005:25).

Pada fase ini luka dipenuhi oleh sel radang, fibroblas dan kolagen membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yaitu jaringan granulasi. Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka. Pada saat tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi luka akan berhenti (Sjamsuhidajat & de Jong, 1997:73). Kemajuan pada fase ini adalah adanya akumulasi kolagen dan proliferasi fibroblas yang berlangsung terus menerus. Sintesis kolagen mencapai puncaknya pada hari ke-5 hingga ke-7 (Porth, 1994:36).

3. Fase Remodeling

Fase remodeling dimulai kira-kira minggu ke-3 dan dapat berlangsung berbulan-bulan (6 bulan hingga 2 tahun) tergantung dari luas luka (Porth, 1994:36) dan dinyatakan berakhir jika semua tanda radang sudah hilang (Sjamsuhidajat & de Jong, 1997:73). Pada fase ini terdapat pematangan jaringan parut akibat stimulasi sintesis kolagen oleh fibroblas dan lisisnya enzim kolagenase. Hasil akhir dari proses ini akan meningkatkan kekuatan regang luka oleh jaringan parut (Porth, 1994:36).

Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya jaringan yang baru terbentuk. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis dan lemas tanpa rasa nyeri dan gatal (Sjamsuhidajat & de Jong, 1997:73).

Ali Taqwim, Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi universitas Jember

One thought on “Proses Penyembuhan Luka

    rosmita purba said:
    Agustus 21, 2014 pukul 10:53 am

    sebaiknya sertakan juga gambarnya bro……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s