Space Management pada Tanggal Prematur Gigi Sulung

Posted on Updated on

Manajemen space selama masa perkembangan gigi geligi merupakan hal penting untuk mendapatkan sistem stomatognatik yang ideal. Pada fase perkembangan gigi geligi, urutan erupsi dapat diketahui dengan baik oleh dokter gigi. Perkembangan oklusi gigi geligi sulung melalui masa gigi pergantian ke masa gigi permanen merupakan rangkain peristiwa yang terjadi secara teratur dan terjadi pada waktu tertentu. Namun, jika rangkaian ini terganggu maka akan muncul masalah yang dapat mempengaruhi hubungan oklusal gigi permanen (Gallao et al., 2010).

Secara umum, gigi sulung berfungsi untuk membantu proses pencernaan, pengucapan dan estetika. Selain itu, gigi sulung juga mempunyai fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap, yaitu sebagai pedoman penentu atau petunjuk gigi permanen agar kelak tumbuh pada tempatnya dan menjaga pertumbuhan lengkung rahang (Wibowo & Nuraini, 2008). Tanggal prematur pada gigi sulung dapat disebakan oleh adanya karies gigi ataupun karena pencabutan. Akibat dari tanggal prematur gigi sulung menyebabkan gigi permanen yang akan tumbuh tidak mempunyai petunjuk sehingga sering salah arah dan mengakibatkan migrasi gigi tetangga. Rahang juga akan mengalami penyempitan, akibatnya tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam susunan yang teratur. Hal ini menyebabkan gigi menjadi berjejal atau susunan gigi menjadi tidak beraturan (Andlaw & Rock, 1992).

Moyers menyatakan bahwa kehilangan dini gigi sulung terjadi apabila gigi sulung tanggal sebelum waktu erupsi gigi permanen. Tulang terbentuk kembali di atas gigi permanen yang belum erupsi sehingga menunda erupsi gigi permanen. Pada umumnya semakin dini gigi sulung dicabut, semakin besar kemungkinan pergerakan gigi geligi. Namun erupsi lebih lanjut dari gigi-gigi antagonis akan membatasi pergerakan tersebut (Andlaw & Rock, 1992).

Tanggal prematur gigi sulung insisif akan mempengaruhi estetik dan hanya sedikit berpengaruh terhadap gigi permanen. Tanggal prematur gigi kaninus dan molar akan menyebabkan terjadinya mesial drift pada gigi sebelahnya dan distal drift pada gigi depan, sehingga mengakibatkan gigi permanen tumbuh tidak pada tempatnya (Poerwanto, 2009). Menurut Hofding dan Kisling (1978), kehilangan dini pada gigi molar satu sulung pada maksila akan menyebabkan berjejalnya gigi posterior dan kehilangan ruang pada mandibula, sedangkan kehilangan gigi molar dua sulung baik pada maksila maupun mandibula akan mengakibatkan perubahan arah horizontal dari hubungan molar permanennya (Poerwanto, 2009).

Gigi yang paling sering tanggal prematur adalah molar kedua sulung terutama rahang bawah akibat karies. Dampak yang ditimbulkan adalah gigi-gigi yang berdekatan bergeser ke arah diastema, molar pertama permanen bergeser ke mesial dengan cepat dan kadang-kadang dapat menempati seluruh ruangan bekas molar kedua sulung. Akibat selanjutnya adalah ruangan bekas molar kedua sulung akan menyempit sehingga mungkin tidak cukup tempat untuk premolar kedua. Premolar kedua biasanya erupsi ke arah lingual karena benihnya ada di lingual atau kalau tempatnya sangat sedikit premolar kedua tidak bisa erupsi (Ngan et al., 1999; Rahardjo, 2009).

Gigi sulung merupakan space maintainer yang paling baik, ketika space maintainer alami ini mengalami tanggal prematur, maka perawatan dengan menjaga ruang tersebut (management space) untuk perkembangan lengkung rahang harus segera dilakukan. Perawatan kehilangan prematur pada gigi sulung dilakukan dengan memperhatikan ada atau tidaknya kelebihan ruangan dalam lengkung gigi. Pada lengkung gigi dengan ruangan yang cukup, perawatan kehilangan prematur gigi sulung dilakukan dengan pemasangan space maintainer atau gigi tiruan. Waktu yang tepat untuk penggunaan space maintainer adalah segera setelah kehilangan gigi sulung. Hal ini disebabkan kebanyakan kasus terjadi penutupan ruang setelah 6 bulan kehilangan gigi (Sungkar & Hayati, 2007; Bratanata & Hayati, 2009).

Copyright ©2011, Ali Taqwim [dentistalit@yahoo.co.id]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s