Behcet’s Disease

Posted on

Definisi
Penyakit Behcet, yang dahulu disebut dengan sindrom Behcet adalah kondisi multisistem dengan serangkaian manifestasi, antara lain ulserasi oral, atritis, penyakit kardiovaskuler, trombositopenia, ruam-ruam kulit serta penyakit neurologi. Ciri khas dari penyakit Behcet adalah tanda-tanda triad klinis berupa ulserasi oral, ulserasi genital, serta uveitis (Lewis & Lamey , 1998).

Etiologi dan Patogenesis
Penyebab penyakit Behcet belum diketahui, tetapi reaksi hipersensitivitas lambat yang kemungkinan menyangkut antigen-antigen HLA, kompleks imun dan vaskulitis dicurigai (Langlais & Miller, 2000).

Menurut Lynch et al. (1994), penyakit Behcet dianggap sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh kompleks imun yang bersirkulasi dan menyebabkan vaskulitis dari pembuluh darah yang berukuran kecil dan medium. Kompleks imun tersebut telah berhasil dideteksi di bagian-bagian dari penyakit yang aktif.

Gambaran Klinis
Kriteria utama penyakit Behcet meliputi lesi mulut rekuren, ulkus genital, rekuren, lesi di mata, lesi di kulit. Lesi mulut yang paling sering dari tanda-tanda penyakit ini dan merupakan tanda awal dari penyakit ini. Gambaran klinisnya berupa satu, beberapa atau sekelompok ulkus mirip aptosa pada mukosa pipi atau bibir yang khas, tetapi dapat juga terjadi pada setiap daerah mukosa mulut. Sama dengan aptosa, ulkusnya rata, dangkal, dan oval dengan ukuran bervariasi. Lesi-lesi kecil cenderung terjadi lebih sering daripada lesi yang besar (Langlais & Miller, 2000).

Gambaran klinis kumpulan tanda-tanda penyakit Behcet. (Searah jarum jam) Ulser aptosa mayor, eritema nodusum, lesi papulapostular, sweet syndrome, ulser hepetiformis, ulser genital pada skortum, dan uveitis pada mata (Yousefi, 2009)

Diagnosis
Ulserasi oral yang berulang kali merupakan gambaran penting penyakit Behcet, tetapi kriteria lain yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis ini masih rancu. Sebuah kelompok studi international belum lama ini menyajikan serangkaian kriteria (Tabel 1) yang disetujui untuk digunakan di masa mendatang (Lewis & Lamey , 1998).

Tabel 1. Kriteria untuk mendiagnosis penyakit Behcet
——————————————————————————————————————-

1. Ulserasi oral yang rekuren

Aptosa minor, aptosa mayor atau ulserasi herpetiformis yang berulang paling sedikit 3 kali dalam periode 12 bulan.

2. Ulserasi genital rekuren

Ulserasi aptosa atau parut.

3. Lesi-lesi pada mata

Uveitis anterior, uveitis posterior, atau sel-sel dalam badan kaca sewaktu pemeriksaan belah atau vaskulitis retina yang ditemukan oleh dokter mata.

4.Lesi-lesi kulit

Eritema nodosum yang ditemukan oleh dokter umum atau penderita, pseudofolikulitis, atau lesi papulopustular, atau nodula acneiformis yang ditemukan oleh dokter pada pasien pasca remaja yang tidak dalam pengobatan kortikosteroid.

5.Tes pathergi positif

Dibaca oleh dokter dalam 24-48 jam.
——————————————————————————————————————-
Sumber : Lewis & Lamey , 1998

Terapi dan Perawatan
Lesi-lesi mulut harus diobati gejalanya seperti pengobatan pada RAS. Penderita penyakit Behcet mungkin memerlukan terapi imunosupresi secara sistematis dan cara ini dapat meringankan gejala-gejala mulutnya. Keterlibatan okuler harus dimonitor secara hati-hati karena uveitis yang progresif dapat menimbulkan parut dan mungkin kebutaan (Lewis & Lamey , 1998).

Copyright ©2011, Ali Taqwim [dentistalit@yahoo.co.id]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s