Hubungan Trauma from Occlusion (TFO) dengan Penyakit Periodontal

Posted on Updated on

Oklusi dan hubungannya dengan penyakit periodontal telah dan masih menjadi bahan kontroversi. Selama bertahun-tahun, sejumlah penelitian pada manusia dan binatang percobaan berusaha menyelidiki hubungan tersebut. tujuan Clinical Update ini adalah untuk meringkas penelitian terdahulua, mendeskripsikan tanda dan gejala trauma oklusi, dan membahas pertimbangan-pertimbangan perawatan.

Definisi

Sebelum membahas trauma oklusi, pemaparan definisi yang umum digunakan dapat membantu memahami subyek ini.

Trauma oklusal: Suatu perlukaan pada apparatus perlekatan akibat tekanan oklusal yang berlebihan. Trauma oklusal adalah perlukaan jaringan, bukan tekanan oklusal. Trauma oklusal dapat dibagi menjadi 3 kategori umum:

  1. Trauma oklusal primer: Perlukaan akibat tekanan oklusal berlebihan yang diaplikasikan pada gigi-geligi yang memiliki dukungan normal. Contohnya, restorasi yang tinggi, bruksisme, pergeseran atau ekstrusi ke ruang edentulous, dan pergerakan ortodontik.
  2. Trauma oklusal sekunder: Perlukaan akibat tekanan oklusal normal yang diaplikasikan pada gigi-geligi tanpa dukungan yang adekuat.
  3. Trauma oklusal kombinasi: Perlukaan akibat tekanan oklusal berlebihan pada periodonsium yang berpenyakit. Dalam kasus ini, terjadi inflamasi gingiva, pembentukan poket, dan tekanan oklusal berlebihan yang umumnya disebabkan oleh tekanan parafungsional.

Oklusi traumatogenik: Oklusi yang dapat menghasilkan tekanan penyebab perlukaan pada apparatus perlekatan.

Traumatisme oklusal: Proses keseluruhan dimana oklusi traumatogenik mengakibatkan perlukaan apparatus perlekatan periodontal.

GambarClinical feature of traumatic occlusion (1-2) Show the upper first molar tooth has supraerupted because its opposing antagonist, the lower first molar tooth, has been extracted. Xray (3) Mesial drift of the lower second molar occurred after the extraction of the lower first molar. Xray (4) Both supraeruption of the upper first molar and mesial drifting of the lower second molar can be seen in this one xray after extraction of the lower first molar.

Sejumlah penelitian pada binatang percobaan menggunakan Squirrel Monkey dan Beagle Dog mengevaluasi efek tekanan jiggling/goncangan yang berlebihan dalam kondisi periodontitis eksperimental. Kedua kelompok ini memberikan hasil yang berbeda dan mungkin disebabkan oleh perbedaan desain penelitian dan model binatang yang digunakan.

Kesimpulan penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Trauma oklusal tidak memicu inflamasi gingiva
  2. Jika tidak terjadi inflamasi, oklusi traumatogenik akan meningkatkan mobilitas, pelebaran PDL, penurunan tinggi tulang crestal dan volume tulang, namun tidak terjadi kehilangan perlekatan.
  3. Jika terjadi inflamasi gingiva, tekanan jiggling yang berlebihan tidak akan mempercepat kehilangan perlekatan pada squirrel monkey namun peningkatan tekanan oklusal akan mempercepat kehilangan perlekatan pada Beagle dog.
  4. Perawatan inflamasi gingiva dalam kondisi mobilitas kontinyu atau trauma jiggling akan mengurangi mobilitas dan meningkatkan densitas tulang, namun tidak akan mengubah tinggi perlekatan atau tulang alveolar.

Tanda dan Gejala

Saat mengevaluasi pasien yang dicurigai mengalami trauma oklusal, terdapat sejumlah gejala klinis dan radiografik. Indikator trauma oklusi tersebut adalah sebagai berikut:

Klinis

  1. Mobilitas [progresif]
  2. Nyeri saat mengunyah atau perkusi
  3. Fremitus
  4. Prematuritas/diskrepansi oklusal
  5. Keausan yang disertai dengan beberapa indikator klinis lainnya
  6. Migrasi gigi
  7. Gigi retak atau fraktur
  8. Sensitivitas termal

Radiografik

  1. Pelebaran ruang PDL
  2. Kehilangan tulang [furkasi, vertikal, sirkumferensial]
  3. Resorpsi tulang

Tujuan terapeutik dan pertimbangan perawatan

Tujuan terapi periodontal dalam perawatan traumatisme oklusal harus dilakukan untuk memelihara kenyamanan dan fungsi periodonsium. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dipertimbangkan beberapa pilihan perawatan, sebagai berikut:

  • Penyesuaian oklusal [occlusal adjustment]
  • Penatalaksanaan kebiasaan parafungsional
  • Stabilisasi gigi-geligi yang goyang secara temporer, provisional, atau jangka panjang menggunakan alat lepasan ataupun cekat
  • Pergerakan gigi ortodontik
  • Rekonstruksi oklusal
  • Pencabutan gigi tertentu

Penyesuaian oklusal atau grinding selektif didefinisikan sebagai reshaping permukaan oklusi gigi-geligi melalui grinding untuk menciptakan relasi kontak yang harmonis antara gigi-geligi rahang atas dan bawah. Karena terdapat kontroversi dalam hal trauma oklusi dan perannya dalam perkembangan penyakit periodontal, hal tersebut juga berlaku dalam subyek penyesuaian oklusal. Workshop in Periodontics tahun 1989 membuat daftar indikasi dan kontraindikasi penyesuaian oklusal sebagai berikut:

Indikasi penyesuaian oklusal

  1. Untuk mengurangi tekanan traumatik gigi-geligi yang menimbulkan: (a) Peningkatan mobilitas atau fremitus agar terjadi perbaikan apparatus perlekatan periodontal; (b) Ketidaknyamanan selama kontak atau fungsi oklusal
  2. Untuk memperoleh hubungan fungsional dan efisiensi pengunyahan melalui perawatan restoratif, ortodontik, bedah ortognatik, ataupun trauma rahang jika diindikasikan.
  3. Sebagai terapi tambahan untuk mengurangi kerusakan akibat kebiasaan parafungsional
  4. Reshape gigi-geligi yang berperan dalam perlukaan jaringan lunak ini
  5. Untuk menyesuaikan relasi marginal ridge dan cusp yang menyebabkan impaksi makanan

Kontraindikasi penyesuaian oklusal

  1. Penyesuaian oklusal tanpa pemeriksaan, dokumentasi, dan penyuluhan pasien pra-perawatan yang cermat
  2. Penyesuaian profilaktik tanpa tanda dan gejala trauma oklusal
  3. Sebagai perawatan primer inflamasi penyakit periodontal yang diinduksi oleh mikroba
  4. Jika status emosional pasien tidak memberikan hasil yang memuaskan
  5. Kasus ekstrusi parah, mobilitas atau malposisi gigi-geligi yang tidak akan memberikan respon jika hanya dilakukan penyesuaian oklusal saja.

Sumber :

http://dhinierha.blogspot.com/2009/05/hubungan-trauma-from-occlusion-dengan.html

http://www.southarkansasendodontics.com/Downloads/Providers/Trauma-from-occlusion.pdf

One thought on “Hubungan Trauma from Occlusion (TFO) dengan Penyakit Periodontal

    cosmeticdentistglasgow.info said:
    Juli 27, 2013 pukul 3:21 pm

    My family all the time say that I am wasting my time here at web, however I know I am getting know-how
    everyday by reading thes pleasant content.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s