Nyeri Gigi

Posted on Updated on

Praktek kedokteran gigi akan selalu dihadapkan pada keluhan pasien yang bersumber dari gejala atau tanda yang mendorong pasien datang ke dokter gigi. Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan pasien adalah nyeri gigi. Nyeri gigi merupakan perasaan tidak menyenangkan pada gigi yang menandakan adanya kerusakan pada struktur gigi yang disebabkan oleh rangsangan dari luar (seperti mekanik, suhu dan kimia) dan rangsangan dari dalam (seperti flora rongga mulut, penyakit sistemik, plak dan karang gigi, kerusakan pada salah satu struktur gigi dan jaringan sekitarnya). Penyebab nyeri gigi yang paling umum adalah adanya inflamasi yang berasal dari pulpa atau struktur penyangga gigi (Rahayu, 2007).

Nyeri merupakan alarm potensi kerusakan, tidak adanya sistem ini akan menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Gejala dan tanda timbul pada jaringan normal yang terpapar stimuli yang kuat biasanya merefleksi intensitas, lokasi, dan durasi dari stimuli tersebut. Tiga jenis stimuli yang dapat merangsang reseptor nyeri yaitu mekanis, suhu, dan kimiawi. Nyeri dapat merupakan prediktor prognosis, makin berat nyeri maka akan lebih besar kerusakan jaringan (Rahayu, 2007; Walton & Torabinejad, 2008).

Nyeri gigi merupakan salah satu nyeri yang paling sering dijumpai di daerah orofasial. Pasien yang datang ke dokter gigi, sebagian di antaranya sangat peka terhadap nyeri, namun sebaliknya tidak jarang dijumpai pasien yang terlalu peka terhadap nyeri. Di sisi lain, terdapat anggapan kuat bahwa perawatn gigi identik dengan nyeri, sehingga menyebabkan pasien menjadi takut dan enggan untuk berkunjung ke dokter gigi (Santoso, 2005).

Nyeri gigi yang sering dikeluhkan pasien pada umumnya ditimbulkan oleh kondisi patologis dari jaringan keras gigi (Gambar 1). Adanya rangsangan dari luar seperti mekanis (cara menyikat gigi yang salah, kebiasaan buruk mengunyah satu sisi, bruxism), termis (panas, dingin), kimia dan listrik yang mengenai gigi dan jaringan di sekitarnya dapat mengakibatkan penurunan nilai ambang rasa sakit sehingga kepekaan meningkat (Rahayu, 2007).

Gambar 1. Nyeri gigi akibat peradangan. Selama proses yamg kompleks tersebut berlangsung dilepaskan berbagai mediator, seperti serotonin, histamin, bradikinin, lekotrin, dan prostaglandin (Sumber : Kenneth, 2002)

Nyeri gigi yang muncul akibat keradangan salah satunya disebakan oleh adanya infeksi dentoalveolar yaitu masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh melalui jaringan dentoalveolar. Infeksi dentoalveolar dimulai dari radang pada pulpa gigi, biasanya disebabkan oleh karies gigi dan merupakan salah satu reaksi pulpa terhadap bakteri di dalam tubulus dentin, terkadang sebagai akibat terpotongnya dentin secara fisik atau oleh zat-zat kimia yang digunakan selama preparasi kavitas (Sukandar & Elisabeth, 1995).

Inflammasi menjadi penyebab dari menurunnya kemampuan tubuh atau (disability) yang dapat menyertai berbagai kelainan tubuh. Rusaknya sel–sel dari daerah yang terkena inflamasi menyebabkan bebasnya enzim lisosom dari sel–sel darah putih, diikuti dengan bebasnya asam arakidonat. Oleh enzim siklooksigenase asam arakidonat dirubah menjadi endoperoksida yang selanjutnya berubah menjadi prostaglandin dan tromboksan. Sementara enzim lipooksiganase mengubah arakidonat menjadi lekotrin (Arbie, 2003).

Mediator inflamasi seperti histamin, bradikinin, prostaglandin, serotonin, subtansi P, calcitonin-gene related pepttide (CGRP) dan lekotrin dapat menyebabkan nyeri secara langsung dengan mengaktifkan atau menyebabkan sensitisasi reseptor nyeri. Secara tidak langsung, mediator inflamasi tersebut juga menyebabkan nyeri dengan cara memulai serangkaian proses inflamasi yang menyebabkan bertambahnya permeabilitas, edema dan meningkatkan tekanan intrapulpa (Santosa, 2005).

Jalur pengiriman sinyal nyeri gigi bermula dari neuron trigeminal yang menghasilkan sinyal nosiseptif pada akson dari pulpa dan menghantarkan ke SPP dalam bentuk potensial aksi. Kanal ion Na memiliki peran yang sangat besar dalam membangkitkan potensi aksi (Santosa, 2005).

Copyright ©2011, Ali Taqwim (dentistalit@yahoo.co.id)

4 thoughts on “Nyeri Gigi

    Alivy said:
    Oktober 1, 2011 pukul 9:30 am

    Referensinya ?

    dentosca responded:
    Oktober 1, 2011 pukul 10:45 am

    Mau referensinya yang mana? saya kirim email ya? bisa minta alamat emailnya?

    Yola said:
    Desember 16, 2012 pukul 12:08 pm

    Mau semua referensinya

    mr.dent said:
    Desember 23, 2014 pukul 8:58 pm

    Terimakasih, informasi yang sangat bermanfaat🙂
    jual buku kedokteran gigi lengkap http://studentalshop.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s