Saya Berpuisi (4)

Posted on

Saat kau meninggalkanku …


Rembulan di atas semak-semak berkawan kabut

Aku berdiri sendiri layaknya orang-orangan sawah

yang merindukan kawanan burung esok hari.

Saat kau meninggalkanku …

Biarlah aku menunggu walau dalam sepi

esok pasti kau kan datang tuk menjalin hati.

Ketika langit cerah merona

aku masih di sini, memegang erat balon hati aneka warna.

Dan kemudian melepasmu satu persatu

agar kau terbang membumbung tinggi

Hingga suatu saat tinggal balon biruku dalam genggaman

aku merindumu wahai kawan.

Datanglah kemari lagi

dalam hatiku, ku kan tetap menanti.

—— BanyuBiru, Jember (13-08-2010)——-

 

The Power of We : Love, Friendship, Tears and Laugh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s