Kariogenitas Karbohidrat

Posted on Updated on

Rasa manis merupakan rasa pengecap yang paling banyak disukai oleh individu baik tua maupun muda bahkan oleh bayi yang baru lahir. Bermacam-macam karbohidrat merupakan sumber rasa manis dan ternyata sangat berperan dalam proses terjadinya serta berkembangnya karies gigi. Karena karbohidrat mudah dimetabolisme menjadi asam-asam oleh mikroorganisme pembentuk asam di dalam rongga mulut (Kanzil & Santoso, 1999).

“Karies juga disebut sebagi penyakit multifaktorial karena disebabkan oleh beberapa faktor. Terdapat empat faktor utama yang berperan dalam proses terjadinya karies, yaitu host, mikroorganisme, substrat, dan waktu. Karies hanya akan terjadi bila keempat faktor tersebut berinteraksi dan saling mempengaruhi (Kidd & Bechal, 1992).”

Substrat merupakan faktor penting dalam proses demineralisasi dan remineralisasi gigi. Karbohidrat dimetabolisme menjadi asam oleh plak bakteri. pH yang rendah akan menyebabkan berkembangnya bakteri S. mutans, sebaliknya, konsumsi rendah karbohidrat dan tinggi kalsium akan meningkatkan proses remineralisasi.

Pembentukan plak yang mengandung bakteri merupakan awal dari proses terjadinya karies gigi. Menurut penelitian, Streptococcus mutans berperan dalam permulaan (initition) terjadinya karies gigi, sedangkan Lactobacillus sp, berperan pada proses perkembangan dan kelanjutan karies (Willet et al., 1991). Bakteri tersebut mampu memproduksi asam (asidurik) dari hasil memetabolisme sisa-sisa makanan yang mengandung karbohidrat. Asam-asam organik yang terbentuk terutama asam laktat dan asam piruvat dapat menyebabkan demineralisasi email gigi, sehingga menyebabkan karies gigi (Kanzil & Santoso, 1999).

Karbohidrat merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh. Ada 3 jenis karbohidrat yaitu monosakarida, ologosakarida/disakarida dan  polisakarida.  Golongan monosakarida yang merupakan karbohidat paling sederhana karena tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih kecil lagi, seperti glukosa, fruktosa, manosa dan galaktosa. Golongan kedua adalah disakarida yaitu karbohidrat yang pada hidrolisa memberikan 2-8 molekul monosakarida, misalnya sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sedangkan golongan ketiga adalah polisakarida yang merupakan karbohidrat yang pada hidrolisis memberikan ratusan sampai ribuan monosakarida dan membentuk molekul besar (polimer), contohnya amilum, selulosa, dan glikogen (Kanzil & Santosa, 1999).

Karbohidrat merupakan substrat untuk pembentukan energi bagi kehidupan mikroorganisme dan polisakarida ekstraselular yang berperan penting pada proses pembentukan plak gigi. Akan tetapi tidak semua karbohidrat sam derajat kariogenitasnya. Golongan polisakarida ternyata mempunyai potensi kariogenik terendah, jadi relatif tidak berbahaya. Karena molekul polisakarida terlalu besar untuk berfusi ke dalam plak, sehingga dibutuhkan waktu untuk menghidrolisis menjadi monosakarida, agar dapat dimetabolisme oleh bakteri plak melalui mekanisme glikolisis anaerob, suatu mekanisme yang diperlukan oleh banyak bakteri untuk mendapatkan energi kimia (Kidd & Bechal, 1992; Kanzil & Santosa, 1999).

Sukrosa dikenal juga sebagai gula pasir mempunyai potensi kariogenik yang tinggi dibandingkan karbohidrat yang lain seperti glukosa, fruktosa, laktosa dan merupakan gula yang paling banyak digunakan dalam makanan dan minuman. Sukrosa terdiri dari dua molekul monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa, akibatnya molekukl-molekul asam yang terbentuk berjumlah dua kali lebih banyak dari pada molekul-molekul asam yang dibentuk oleh glukosa atau fruktosa saja (Dennison & Radolph, 1981; Kanzil & Santosa, 1999).

Sukrosa merupakan karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai pemanis dalam makanan dan minuman. Selain itu sukrosa terbukti sangat berperan dalam proses terjadinya karies gigi, karena melalui proses glikolisis oleh mikroorganisme pembentuk asam di dalam mulut (Kanzil & Santoso, 1999). Mikroorganisme oleh aksi enzimatik dalam karbohidrat memproduksi asam yang pada gilirannya mendemineralisasi email. Kemampuan untuk menghasilkan asam dari plak gigi merupakan faktor penting untuk inisiasi karies gigi. pH plak bervariasi dengan asupan makanan yang berbeda tergantung pada potensi produksi asam di plak gigi (Utreja et al., 2010).

“Sukrosa sebagai sumber utama substrat yang paling disukai mikroorganisme kariogenik terutama Strptococcus mutans yang dengan cepat mengkatalisis menjadi polisakarida ekstraselular yang berperan dalam proses pembentukan plak pada permukaan email yang licin. Selain itu, melalui proses glikolisis sukrosa akan dimetabolisme oleh mikroorganisme asidogenik menjadi asam-asam organik antara lain asam laktat dan asam piruvat (Dennison & Radolph, 1981; Kanzil & Santosa, 1999).”

Copyright: Ali Taqwim (dentistalit@yahoo.co.id)

One thought on “Kariogenitas Karbohidrat

    wahyu wenny said:
    Juni 1, 2014 pukul 8:06 am

    ikut menyimak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s