Jangan Takut ke Dokter Gigi

Posted on Updated on

“Ayo cepetan!” Ibuku berteriak. Menyuruh untuk mempercepat lari. Ibuku sendiri sudah berada di atas motor. Menungguku naik dan siap mengegasnya sekencang mungkin.

Bukan, kami bukan sedang dalam pelarian karena ketahuan maling sendal. Kami sedang dalam pengejaran seseorang. Tersangkanya adalah anak laki-laki berusia 5 tahun. Berambut cepak dan bergigi gingsul.

Tak lama, kami menemukannya. Dia sedang berlari. Menangis sambil memegangi giginya.

Ibu memberhentikan motor. Menyetop anak ingusan ini. “Kenapa lari?” tanya Ibu tak mengerti.

“Takuuutt,” jawabnya. Masih sambil menangis.

 

 

Beberapa orang akan sangat takut sekali untuk melakukkan perawatan pada geligi mereka oleh karena mereka akan memikirkan penderitaan yang akan dialami pada geligi mereka. Beberapa dokter gigi mengatakan bahwa seseorang dengan kecemasan yang berlebihan ini biasanya mempunyai masalah dengan infeksi gusi dan penyakit gusi lainnya. Jadi, alangkah baiknya untuk mengunjungi dokter gigi anda secara teratur agar bisa menekan rasa takut ini dan menghindari penyakit gusi yang mungkin timbul lebih lanjut. Dengan ilmu kedokteran gigi modern seperti sekarang, rasa sakit akan bisa dieliminir dengan sebaik baiknya.

Jika anda penikmat tetralogi terakhir dari Laskar Pelangi (Maryamah Karpov–red), maka anda dapat menemukan kasus ini pada diri si Ikal yang takut di odontektomi (operasi pencabutan gigi geraham bungsu) oleh Bu Diaz (drg Ardiaz Tanuwijaya, dokter gigi PTT wanita yang perwakannya seperti anak kecil). Back to the topic, ternyata beragam cara dilakukan oleh orang-orang yang takut dokter gigi untuk menghindar dari keharusan ini. Tulisan saya kali ini (yang saya dapatkan dai berbagai sumber) akan membahas penyebab dan terapi/tips-tips agar tidak takut lagi ke dokter gigi.

Penyebab Takut ke Dokter Gigi

  • Trauma akan masa lalu yang pernah dialami terkait perawatan kesehatan. Hal ini mungkin dikarenakan pada saat itu, pasien menerima perawatan operasi/gigi yang agresif dan invasif. Trauma ini mayoritas berhubungan dengan jarum, darah, bur gigi, dll.
  • Anda malu dengan kesehatan dan kondisi gigi mulut anda sendiri : Anda melupakan kesehatan rongga mulut anda, dan anda akan mengira bahwa dokter gigi akan mengatakan sesuatu yang memalukan tentang keadaan rongga mulut anda. ( Emang siapa yang mau bilang gitu hehehe… ).
  • Jenis kelamin juga dilaporkan sangat berpengaruh dengan tingkat kerjasama pasien dokter gigi. Wanita dilaporkan lebih banyak menderita kecemasan dan ketakutan untuk ke dokter gigi.
  • Dokter gigi yang berpenampilan seram, dingin, tidak ramah, dan cuek salah satu faktor penyebab takutnya pasien ke dokter gigi. Ruang praktek yang berwarna latar belakang dan bercat putih layaknya warna kain kafan juga merupakan penyumbang terbesar faktor ketakutan ini.
  • Anda mungkin takut karena strereotipe atau cerita yang salah tentang dokter gigi dan prosedurnya dari orang lain di sekitar anda.
Anda Dapat Curhat ke Dokter Gigi Anda
  • Komunikasikan tentang ketakutan anda. Dokter gigi yang mempunyai sifat pendengar yang baik akan mendengarkan segala keluh kesah anda
  • Minta dokter gigi anda menerangkan prosedur yang akan dilakukan secara bertahap, dan minta dia menerangkannya dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Ini merupakan hak anda sebagai pasien. Jadi pilih dokter gigi yang telaten untuk melakukan hal ini.
  • Coba untuk terbuka dan jujur ke dokter gigi anda, bila anda memang jarang melakukan perawatan pada gigi anda sebelumnya. Sehingga dokter gigi yang notabene merupakan individu yang berbeda akan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat anda merasa tidak nyaman. Beberapa klinik dokter gigi membuat ruangan mereka menjadi nyaman, menyetel musik yang lembut , ruangan ber AC dan sebagainya untuk kenyaman pasien mereka.
  • Dokter gigi menggunakan tehnik yang sudah maju, contohnya dengan penggunan citoject untuk melalukan anestesia, dan mengulaskan salep anestesia (topikal anestesia) sebelum dinjeksikan jarum ke dalam rongga mulut. Akhir-akhir ini metode hypnodontik (terapi hipnotis pada perawatan gigi) dan penggunaan bor gigi musik (dental singing drill) juga banyak menyedot perhatian pasien karena tehnik ini ternyata berhasil mengurangi ketakutan pasien (sayang masih terbatas).
  • Tehnik sedasi, yaitu dengan menggunakan obat obatan yang dikonsumsi sebelum dilakukan perawatan gigi, minta lah ke dokter anda bila anda menginginkan sedasi ini.
Tips Bagi Anda yang Masih Takut ke Dokter Gigi
  • Datanglah ke dokter gigi sebelum terlambat! Maksudnya, sebelum anda menerima perawatan yang lebih agresif dan invasif, maka periksakan gigi anda ke dokter gigi secara rutin.
  • Melakukan teknik relaksasi jikalau anda didatangi kecemasan ini. Teknik ini bermacam-macam; mulai dari menarik nafas dalam-dalam dan perlahan (masuk hidung keluar mulut), istighfar, zikir, sampai shalat sunnah 2 rakaat. (seriusss,,,)
  • Banyaklah berkonsultasi dengan orang yang sudah sering ke dokter gigi. Bertanyalah kepada mereka. Insya Allah, perawatan gigi tidak seseram yang anda bayangkan kok. 
  • Ke dokter gigi bersama pasangan atau orang tua anda salah satu cara agar anda bisa lebih tenang. Minimal ada tempat bercerita sewaktu di ruang tunggu pasien. 
  • Bisa karena biasa! Sebelum mengalami perawatan gigi yang invasif dan agresif seperti pencabutan dan penambalan, sering-seringlah ke dokter gigi untuk perawatan gigi ringan seperti bersihkan karang gigi. Agar anda terbiasa dengan suasana praktek dokter gigi.
  • Berakrab-akrablah dengan dokter gigi anda. Bahkan dilamar untuk nikahpun boleh asal cocok (hehehe bercanda). Kalau anda sudah kenal dan percaya dengan baik dokter gigi anda, menurut penelitian adalah salah satu cara ampuh untuk mengurangi tingkat kecemasan anda.
  • Satu lagi, mahasiswa-i FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) terkenal cantik dan ganteng-ganteng. Jadi jangan takut menghadap dokter gigi. (Ini bagian tidak penting dan tidak perlu…hehehe)
Kalo Boleh usul untuk Rekan Sejawat (Dokter Gigi)
  • Ramahlah kepada pasien anda, jangan sekali-kali karena beralasan lelah lantas cuek kepada pasien. Lihat, dengar, rasakan keluhannya. 
  • Gunakan latar ruang praktek yang berwarna ceria dan jauh dari kesan kamar mayat. Inovasinya terserah anda. 
  • Gunakan metode tell-show-do. Gunakan bahasa instruksi yang mudah dimengerti. 
  • Maksimalkan indra peraba, pencium, dan perasa untuk memperkenalkan bidang pekerjaan kita dengan pasien. Seperti menggunakan parfum ruangan aroma terapi dll. (Jangan lupa parfum badan, biar gak BB, hehehe,,,).
  • Tunjukkan bahwa perawatan gigi itu sehat dan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s