Green Dentistry: Sebuah Konsep Praktik Dokter Gigi Masa Depan

Posted on Updated on

Green Dentistry adalah pemberian pelayanan kesehatan gigi mulut menggunakan teknologi prosedur, dan bahan yang memelihara kesehatan lingkungan dan memelihara bumi, dengan menggunakan inovasi teknologi tingkat tinggi yang meningkatkan efisiensi dan efektivitas disamping mengurangi jumlah limbah dan polusi terhadap lingkungan.

Green Dentistry: Sebuah Konsep Praktik Dokter Gigi Masa Depan

Kita tidak menyadari bahwa sarana praktik dokter gigi dapat berpotensi sebagai asal limbah yang tak kalah membahayakan bagi kesehatan lingkungan bahkan dapat menyebabkan penyakit menular. Limbah berbahaya tersebut dapat berupa limbah infeksi dan limbah kimia.  Limbah infeksi adalah limbah yang dapat menularkan penyakit seperti darah dan jaringan, yang dapat menularkan penyakit seperti demam berdarah, diare, hepatitis dan flu burung. Sedangkan limbah kimia adalah limbah yang dapat merusak lingkungan seperti limbah tambalan amalgam (berwarna hitam) yang mengandung merkuri sebanyak 40-50 persen, limbah pencucian film X-ray yang mengandung silver, hydroquinone dan chromium, glutaraldehyde dan ortho-phthaldehyde, dan cairan bleaching dengan konsentrasi tinggi.

Selain kedua jenis limbah tersebut, bahan-bahan dan obat yang selalu dipakai dokter gigi dalam praktiknya juga dapat mengganggu lingkungan, seperti jarum suntik, masker, sarung tangan, alat-alat pemanas, obat-obat pulpa dan sinar halogen serta laser. Jika tidak ditampung di tempat khusus, bahan-bahan tersebut dapat ikut aliran pembuangan selokan lalu ke sungai dan ke laut atau bisa juga mengendap di sekitar saluran pembuangan. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menimbulkan penyakit yang menular seperti demam berdarah, diare, hepatitis dan flu burung.

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dewasa ini di Indonesia harus memperhatikan aspek kesehatan lingkungan, karena lingkungan yang buruk merupakan faktor resiko dari berbagai masalah kesehatan. Di Indonesia keadaan ini masih sangat memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian seksama, oleh karena itu, green dentistry hadir sebagai sebuah pendekatan yang menggabungkan praktik kedokteran gigi dengan pemeliharaan kesehatan lingkungan. Untuk mendukung kegiatan tersebut praktik dokter gigi perlu menggunakan bahan kedokteran gigi yang non toksik untuk mengurangi limbah. Beberapa cara untuk mengurangi toksik adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan bahan berbahaya, seperti menyiapkan alat pembuangan yang aman bagi kesehatan lingkungan dan menggunakan bahan lain yang lebih aman seperti menggunakan tambalan composite resin, dan penggunaan digital X-Ray.

Langkah- langkah menuju green dentistry, antara lain:

  • Kelola limbah medis : menggunakan bahan kedokteran gigi yang non-toksik, untuk mengurangi limbah. Beberapa cara untuk mengurangi toksik adalah dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan bahan berbahaya, seperti menyiapkan alat pembuangan yang aman bagi lingkungan dan menggunakan bahan lain yang lebih aman digunakan
  • Kurangi pemakaian energi : misalnya dengan menggunakan lampu hemat energi, menghindari penggunaan pendingin ruangan di tempat praktik.
  • Kurangi pemakaian air : misalnya penggunaan gelas yang dapat didaur ulang.
  • Gunakan produk daur ulang dan ramah lingkungan
  • Pahami dan terapkan konsep Green Building : klinik/RSGM yang baru dibangun, menggunakan konsep ramah lingkungan yaitu memaksimalkan ventilasi dan jendela untuk mengurangi pemakaian pendingin ruangan dan pencahayaan cukup memadai.
  • Penggunaan Digital X-Ray : Peralatan X- Ray yang tradisional beralih ke digital X-Ray karena tidak membutuhkan film, tidak melalui pemrosesannya dengan bahan kimia, membutuhkan energi listrik, memperkecil radiasi pada pasien dan operator, data dapat diolah secara komputerisasi.
Konsep Green Dentistry merupakan konsep yang diadaptasi dari klinik-klinik gigi luar yang telah lebih dulu merealisasikan ide ini, maka diharapkan kita sebagai dokter-dokter gigi Indonesia dengan sepenuh hati mendukung dan turut merealisasikan konsep indah ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepekaan sosial sebagai praktisi kesehatan demi kehidupan kita dan generasi berikutnya.
Dikutip dari intisari sambutan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH  pada pembukaanKongres  Nasional  Persatuan Dokter Gigi  Indonesia  XXIV Tahun 2011 dengan Tema Green Dentistry  For Better Knowledge Towards Green Generation di Bali 30-31 Maret 2011.
Gambar poster ”Indonesian dentist supporting green dentistry” yang merupakan juara National Award of Poster Design “Green Dentistry Campaign” Competition in 2nd Dentistry Scientific Meeting 2008,  saya copy dengan semena-mena dari blognya mas drg. Gilang Rasuna (owner TerasKampus) ^^.

One thought on “Green Dentistry: Sebuah Konsep Praktik Dokter Gigi Masa Depan

    […] copy dengan semena-mena dari blognya mas drg. Gilang Rasuna (owner TerasKampus) Sumber tulisan : https://dentosca.wordpress.com Advertisement Share ke Teman […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s