Teknologi Komposit Resin Terbaru

Posted on Updated on

Bahan restorasi resin komposit di bidang kedokteran gigi dewasa ini semakin banyak digunakan. Keadaan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dalam bidang material kedokteran gigi. Para peneliti telah membuktikan bahwa resin komposit mempunyai sifat fisik dan mekanik resin dan menyebabkan perubahan sifat mekanis resin yang lebih baik jika dibandingkan dengan bahan tumpatan lain yang diketemukan sebelumnya, misalnya silikat ataupun resin akrilik. Kelebihan resin komposit yang lain yaitu pada waktu tahap preparasi tidak mernbuang jaringan dari gigi terlalu banyak, perlekatannya secara adesif dan mempunyai nilai estetik yang baik.

1. KOMPOMER

Kompomer didefinisikan sebagai Polyacid-Modified Resin. Bahan ini pada dasarnya mengeras dengan penyinaran dan mempunyai pelepasan fluorida yang rendah. Beda dari kompomer dan komposit adalah bahwa monomer kompomer berisi grup fungsional asam yang dapat berperan dalam reaksi asam basa mengikuti polimerisasi molekul resin. Istilah kompomer adalah gabungan dari kata Komposit dan Glass Ionomer. Bagaimana pun ini bukan Glass Ionomer. GI yang sejati harus terdiri dari dua komponen sistem yang menggunakan reaksi asam-basa yang dapat terjadi segera. GI konvensional harus diaduk sebelum penggunaan. Dengan kompomer ada satu sistem tunggal yang tidak boleh terkena air untuk mencegah reaksi prematur GI.

Polimerisasi resin terjadi terhadap kompomer setelah bahan diletakkan. Reaksi GI dapat terjadi jika terdapat air. Air adalah medium yang penting dalam reaksi asam-basa. Dengan adanya air dalam rongga mulut, grup fungsional Asam yang terikat dengan unit monomer yang sekarang menjadi bagian bahan yang berpolimerisasi dapat bereaksi dengan Basa (Glass) untuk menstimulasi reaksi GI. Sebagai hasil dari reaksi ini, fluorida dilepaskan. Kadar pelepasan fluorida dari kompomer secara signifikan lebih rendah daripada GI atau RMGI.

Ketika diperkenalkan, tidak disebutkan keharusan etsa asam oleh pabriknya. Hal ini merupakan keuntungan penggunaan komposit disamping pelepasan fluorida. Namun penggunaan etsa telah dibuktikan sebagai prosedur yang signifikan untuk memperbaiki retensi dan kebocoran tepi dari kompomer.

Kesimpulan Kompomer yaitu :

  • Berisi pasta yaitu Ca, Al, F, Filler silikat glass dalam monomer dimetakrilat dengan molekul seperti asam akrilik
  • Mengeras dengan polimerisasi C=C dari metakrilat (reaksi asam basa yang tertunda di antara glass dan molekul asam)
  • Berikatan dengan gigi melalui bahan adhesif
  • Kuat, biokomptabilitas dan kelarutan rendah
  • Lebih kuat terhadap keausan daripada komposit, pelepasan F yang lebih rendah dari GI dan Komposit Packable.

2. KOMPOSIT PACKABLE (Komposit Kondensasi)

Sejalan dengan penggantian amalgam, ditemukan keterbatasan bahan komposit di pasaran termasuk ketahanan terhadap penggunaan, fraktur dari badan dan tepi tambalan dan kebocoran tepi karena pengerutan selama polimerisasi dan teknik yang sensitif untuk mencapai kontak proksimal yang adekuat dalam tambalan akhir. Komposit Packable atau komposit yang dapat dikondensasi baru-baru ini dikenalkan sebagai pengganti amalgam. Bahan ini mengandung filler yang lebih banyak dan tersebar. Sebagai hasilnya konsistensinya lebih keras daripada komposit hibrid. Keuntungan bahan ini adalah memudahkan kontak interproksimal dalam restorasi kelas II.

3. CEROMER

Istilah Ceromer diambil untuk Ceramic Optimized Polymer dan dikenalkan oleh Ivoclar untuk menggambarkan kompositnya Tetric Ceram. Material ini berisi pasta Barium Glass (<1m), spheroidal mixed oxide, ytterbium trifluorid dan silikon dioksid (57% volume) dalam monomer dimetakrilat (Bis-GMA) dan uretan dimetakrilat. Mengeras dengan polimerisasi C=C dari metakrilat. Bahan ini harus berikatan dengan struktur gigi. Bahan dalam kompomer identik dengan komposit dan bahan ini mengeluarkan fluorida lebih rendah daripada GI atau Kompomer.

4. ORMOCER

Ormocer merupakan akronim dari Organically Modified Ceramic (Keramik Organik Modifikasi). Bahan ini merupakan gabungan dari inorganik-organik ko-polimer dalam formulanya. Ko-polimer organik ini disintesa dari multifungsional uretan dan tioeter (met)akrilat aloksilen seperti sol-gel.

Grup alkoksilil dari silane membuat formasi dari jaringan inorganik Si-O-Si mengalami hidrolisis dan mengalami reaksi polikondensasi. Grup metakrilat bisa untuk polimerisasi fotokemikal/dengan penyinaran. Partikel filler sebesar 1-1,5 m dan material berisi 77% berat filler dan 61% volume filler.

5. ‘SMART’ KOMPOSIT

Komposit ini diperkenalkan sebagai produk Ariston pHc di tahun 1998. Ariston pHc merupakan bahan komposit yang melepaskan ion, yakni ion fluorida, hidroksil dan ion kalsium pada saat pH turun di tempat yang berdekatan dengan bahan tambal. Turunnya nilai pH adalah karena plak yang aktif sehingga meningkatkan pelepasan ion. Smart Komposit bekerja berdasarkan pengembangan terbaru filler glass alkalin yang mengurangi pembentukan karies sekunder di tepi tambalan dengan mencegah perkembangan bakteri. Sebagai hasilnya dapat mengurangi demineralisasi dan sebagai buffer terhadap asam yang dibentuk mikroorganisme.

Pasta berisi Ba, Al, and F filler glass silikat (1 µm) with ytterbium trifluorid, silikon dioksid dan alkalin Ca glass silikat (1.6 µm) dalam monomer dimetakrilat: ini berisi 80% berat dan 60% volume. Penggunaan bahan adhesif terhadap gigi tidak perlu. Namun dentin harus ditutup untuk mengurangi sensitifitas. Fluorida yang dilepaskan dari bahan lebih rendah dari GI konvensional namun lebih tinggi dari kompomer.


One thought on “Teknologi Komposit Resin Terbaru

    naila said:
    November 30, 2011 pukul 8:54 am

    thanks infonya mas..
    izin copy yaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s