nothing to be something : recycling the toothpaste tubes

Posted on Updated on

Semangat Go Green: reuse, reduce and recycle

Isu global warming merupakan salah satu permasalahan yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Salah satu yang dilakukan untuk mengurangi dampak global warming yaitu dengan memberi perhatian khusus terutama pada sampah plastik yang mencemari tanah. Perajin di Indonesia melirik hal tersebut sebagai peluang untuk sebuah usaha mandiri yang disertai dengan tujuan untuk mengurangi dampak buruk sampah pada tanah. Menggabungkan bekas kemasan plastik dengan fesyen wanita, jadilah tas wanita berbahan bekas kemasan aluminium laminated plastic film (alumunium foil).

Sampah wadah pasta gigi yang tak terpakai
Sampah diolah menjadi barang inovatif berkelas

Seperti yang saya lihat tadi siang (19/01/2012) pada tayangan wideshot di metro tv, ternyata tabung wadah pasta gigi dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya seni dan karya inovatif berupa tas wanita yang fashionable dan mainan-mainan berupa miniatur motor, mobil, pesawat dan robot yang unik. Semuanya berasal dari tabung wadah pasta gigi yang sudah tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan “sampah” ini memang terbilang sangat unik, mulai dari ide mengolah sampahnya, pemanfaatannya dan kreasi kerajianan tangan yang dihasilkannya.

Adalah Lumintu  singkatan dari “Lumayan Itung-Itung Nunggu Tutup Umur” (Nama ini diambil kerena pembuat kerajinan ini adalah ibu-ibu lanjut usia), sebuah home industry kreatif yang memanfaatkan sampah berbahan dasar alumunium foil menjadi mahakarya luar biasa. Mereka memanfaatkan sampah kemasan berbagai produk untuk didaur-ulang menjadi kerajinan yang cantik, berseni dan mendapatkan penghasilan  tambahan. Pasalnya di daerah ini sebelumnya banyak kaum tua yang menjadi perajin anyaman pandan. Begitu bahan baku pandan mulai habis maka praktis kegiatan mereka juga ikut terhenti.

Secercah harapan pun kembali timbul saat Slamet memperkenalkan inovasi kerajinan anyaman dengan menggunakan limbah aluminium foil. Slamet sendiri mengenal usaha kerajinan selepas dari sebuah perusahaan swasta dengan mengantongi modal sekitar Rp.500.000,- Pada 1998 ia mulai melirik bahan limbah terutama bekas kemasan makanan ringan yang berbahan baku aluminium foil untuk dijadikan seni kerajinan tangan seperti bunga-bungaan dan hiasan lain yang berskala kecil. Baru pada 2000, ia mengaku memperoleh limbah PVC aluminium foil seperti yang dipakai untuk kemasan pasta gigi, pestisida, susu dan obat-obatan.

Terakhir saya pun mencari informasi di youtube (seperti video di atas) tentang proses pemanfaatan sampah dengan me-recycle tabung wadah pasta gigi menjadi barang inovatif, ternyata saya menemukan fakta lainnya di belahan bumi lain, yaitu Brazil. Di sana, sampah tabung wadah pasta gigi dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kursi sekolah. Luar biasa!!!! benar-benar nothing to be something ^^

Save our earth  for  a better future ^^
dentistalit@yahoo.co.id

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s