Penggunaan Fluor untuk Mencegah Karies Gigi

Posted on Updated on

Penggunaan Fluor untuk Mencegah Karies Gigi*

Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu proses demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan mahkota dan akar gigi yang dapat dicegah. Salah satu tindakan pencegahan karies gigi adalah dengan penggunaan fluor (1). Tujuan penggunaan fluor adalah untuk melindungi gigi dari karies. Fluor bekerja dengan cara menghambat metabolisma bakteri plak yang dapat memfermentasi karbohidrat melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi fluor apatit (2).

Reaksi kimia: Ca10(PO4)6.(OH)2 + F –> Ca10(PO4)6. (OHF) menghasilkan enamel yang lebih tahan terhadap asam sehingga dapat menghambat proses demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi yang merangsang perbaikan dan penghentian lesi karies (2).

Fluor telah digunakan secara luas untuk mencegah karies. Penggunaan fluor dapat dilakukan dengan fluoridasi air minum, pasta gigi dan obat kumur mengandung fluor, pemberian tablet fluor, topikal varnish (1).

Fluoridasi air minum merupakan cara yang paling efektif untuk menurunkan masalah karies pada masyarakat secara umum. Konsentrasi optimum fluorida yang dianjurkan dalam air minum adalah 0,7–1,2 ppm (3). Menurut penelitian Murray and Rugg-gun cit. Linanof bahwa fluoridasi air minum dapat menurunkan karies 40–50% pada gigi susu (4). Bila air minum masyarakat tidak mengandung jumlah fluor yang optimal, maka dapat dilakukan pemberian tablet fluor pada anak terutama yang mempunyai risiko karies tinggi (5,6).

Pemberian tablet fluor disarankan pada anak yang berisiko karies tinggi dengan air minum yang tidak mempunyai konsentrasi fluor yang optimal (2,2 mg NaF, yang akan menghasilkan fluor sebesar 1 mg per hari) (5). Jumlah fluor yang dianjurkan untuk anak di bawah umur 6 bulan–3 tahun adalah 0,25 mg, 3–6 tahun sebanyak 0,5 mg dan untuk anak umur 6 tahun ke atas diberikan dosis 0,5–1 mg (7).

Penyikatan gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluor terbukti dapat menurunkan karies. Obat kumur yang mengandung fluor dapat menurunkan karies sebanyak 20–50%. Seminggu sekali berkumur dengan 0,2% NaF dan setiap hari berkumur dengan 0,05% NaF dipertimbangkan menjadi ukuran kesehatan masyarakat yang ideal. Penggunaan obat kumur disarankan untuk anak yang berisiko karies tinggi atau selama terjadi kenaikan karies. Obat kumur ini tidak disarankan untuk anak berumur di bawah 6 tahun (5).

Pemberian varnis fluor dianjurkan bila penggunaan pasta gigi mengandung fluor, tablet fluor dan obat kumur tidak cukup untuk mencegah atau menghambat perkembangan karies. Pemberian varnis fluor diberikan setiap empat atau enam bulan sekali pada anak yang mempunyai risiko karies tinggi. Salah satu varnis fluor adalah Duraphat (colgate oral care) merupakan larutan alkohol varnis alami yang berisi 50 mg NaF/ml (2,5%–kira-kira 25.000 ppm fluor). Varnis dilakukan pada anak umur 6 tahun ke atas karena anak di bawah umur 6 tahun belum dapat meludah dengan baik sehingga dikhawatirkan varnis dapat tertelan dan dapat menyebabkan fluorosis enamel. Sediaan fluor lainnya adalah dalam bentuk gel dan larutan seperti larutan 2.2% NaF, SnF2 , gel APF (5).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Angela A. 2005. Pencegahan primer pada anak yang beresiko karies tinggi. Maj. Ked. Gigi (Dent. J.). 38 (3):130-34.
  2. Featherstone JDB. 2000. The science and practice of caries prevention. JADA. 131:887–99.
  3. Oulis CJ, Raadal M, Martens L. 2000. Guidelines on the use of fluoride in children: an EAPD policy document. EJPD. 1(1):7–12.
  4. Tinanoff N. 2002. Caries management in children: decision-making and therapies.Compendium.23(12):9–13.
  5. Scottish Intercollegiate Guidelines Network. 2000. SIGN Guideline. Preventing dental caries in children at high caries risk; targeted prevention of dental caries in the permanent teeth of 6–16 years olds presenting for dental care. Edinburgh: SIGN Publication. 47:1–32.
  6. Varsio S. Caries-preventive treatment approaches for child and youth at two extremes of dental health in helsinki, Finland. Academic Dissertation. Finland: University of Helsinki. 1999. p. 1–63.
  7. Welbury R, Raadal M, Lygiydakis. 2004. Guidelines on the use of pit and fissures sealants in paediatric dentistry: an EAPD Policy document. Available from: URL:http://www.eapd.gr/Guidelines/ Guideliness_PitFissures.htm. Accessed August 10, 2004.

*Repost from note of my facebook: http://www.facebook.com/note.php?note_id=128886647614

Related articles (must read):

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s