Six Second Pause: Meredam Amarah Secara Ilmiah

Posted on Updated on

Setiap orang memiliki respons terhadap amarah yang berbeda-beda, ada yang meluap-luap tapi ada pula yang biasa saja. Untuk menjelaskan emosi secara tidak emosional, penting kiranya saya masuk ke dalam struktur otak karena emosi erat kaitannya dengan pikiran. Di otak, bagian yang sangat berkenaan langsung dengan emosi adalah amygdala (bahasa latin untuk almond) karena bentuknya yang hampir menyerupai kacang almond.

Otak manusia memiliki dua amygdala yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan primata lainnya. Adapun neuroscientist yang pertama kali menemukan fungsi amygdala pada fungsi emosional dari otak manusia adalah Joseph LeDoux (Centre for Neural Science, New York University). Amygdala dapat mengorkestrasikan emosi secara independen, terlepas dari peranan neo cortex. LeDoux menyatakan bahwa amygdala juga berperan pada pembentukan memori yang identik dengan emosi tertentu.

Pada kondisi emosional, amygdala memegang peranan yang sangat menentukan. Hal ini disebabkan karena amygdala memindai semua informasi yang masuk melalui panca indra dan mengirimkan sinyal ke semua bagian otak untuk siaga. Dari penjelasan ini, dapat dibuat analogi bahwa amygdala merupakan bagian yang menyalakan alarm. Pasa saat marah, amygdala bekerja 80.000 kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Karena amygdala bekerja lebih cepat, logika kita jadi dikalahkan oleh emosi, saat itulah kita menjadi gampang emosi. Keadaan seperti ini disebut sebagai emotion hijacking atau amygdala hijacking, karena otak (akal logika) kita ibaratnya sedang dibajak atau diambil alih oleh emosi kita tadi.

Setelah kita mengetahuinya, selanjutnya bagaimana kita untuk mengatasinya?
Ternyata gampang saja.

Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar hanya butuh waktu 6 detik aja. Berarti cara ngatasinnya lewat berhenti dari kegiatan kita selama 6 detik aja, dengan cara membayangkan 6 hal yang bisa menyenangkan diri kita atau 6 hal lain apa saja terserah kita, misalnya dengan menyebutkan 6 nama binatang, 6 nama buah-buahan, dan lain sebagainya. Inilah yang dalam dunia psikologi disebut sebagai SIX SECOND PAUSEIntinya six second pause tu kita menghentikan selama enam detik emosi (atau marah) kita dengan 6 hal yang menyenangkan, atau 6 hal yang bersifat non-eksak.

Di dalam dunia tumbuh kembang seorang anak, hal ini sangat dianjurkan untuk kita mengajarkannya kepada anak-anak kita. Ketika dia dalam keadaan yang bisa menimbulkan emosi (misalnya saat berebut mainan dengan teman-temannya, saat bercanda saling menjambak dan memukul dengan saudaranya) kita bisa menganjurkan padanya untuk menyebutkan 6 hal itu tadi, semisal nama buah atau nama binatang.

Related articles :

Di dalam Islam, ketika seseorang dalam keadaan emosi (atau marah), maka -seperti yang disunahkan nabi Muhammad SAW – jika marah, duduklah, dan jika masih belum mereda berbaringlah (merubah posisi), dan jika masih ada rasa amarah, berwudhulah dan bersabarlah (lebih dari 6 detik ya,,,^^ cukup untuk menyamai kecepatan kerja amygdala).

Islam adalah agama yang damai, maka ajarannya pun senantiasa akan menjauhkan kita dari kerusakan. Berikut ini adalah langkah-langkah (6 langkah/ six step pause ^^) yang dapat anda lakukan untuk menahan amarah secara islami, semoga tips ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

  1. Membaca Ta’awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).
  2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
  3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakan Kalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).
  4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).
  5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
  6. Bersabar. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari)

Sesungguhnya, marah maupun emosi adalah sudah menjadi sifat dan tabiatnya manusia. Namun, dalam hal ini, islam mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan semaksimal mungkin, sehingga amarah kita tidak akan menimbulkan efek-efek yang negative.

Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai (H.R. Ahmad).

Wallahua’lambishshowab.

Semoga bermanfaat ya..  BB^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s